The Way Of Life
Google

Thursday, May 25, 2017

Multiple-step operation generated errors. Check each status value.


Kali ini saya akan sharing ringan untuk pengecekan error yang muncul pada Ms Visual Basic 6. Mengapa masih VB6? Ya karena saya tidak sempat lagi untuk riset bahasa pemrograman baru :).
Error yang muncul kali ini adalah "Multiple-step operation generated errors. Check each status value." Setelah saya trace masalahnya adalah karena besarnya text yang akan dimasukan ke tabel lebih besar dari besar field yang ada pada database. Berikut potongan source code-nya.

oRS.Open "SELECT TOP 1 * FROM t_kuesioner1", oConn, adOpenDynamic, adLockPessimistic
oRS.AddNew
oRS.Fields("keterangan").Value = Text1(1).Text 

.......
oRS.Update
oRS.Close

 
Nilai Text1(1).Text lebih panjang dari field keterangan di tabel t_kuesioner1



Oleh karena itu solusinya adalah, field keterangan ditambah lenght secukupnya, atau dibatasi batas inputan pada text1(1).text sehingga tidak lebih panjang dari lebar field-nya.

Semoga bermanfaat.







Labels: , ,

Thursday, May 18, 2017

Honda Supra X 125 D dan Shell AX5


Setelah mencoba beberapa oli mesin akhirnya saya memutuskan untuk memakai Shell AX5 pada motor Honda Supra X 125 D keluaran 2010. Oli mesin yang lain bukannya tidak bagus hanya saya merasa kurang cocok. Shell AX5 pada memang tidak terlalu encer yaitu 15W-40, tetapi hal tersebut yang membuat supra X 125 saya ketika di gas mempunyai  power. Mungkin juga karena KM yang sudah mendekati  hampir 100.000 Km sehingga oli Shell AX5 cocok pada motor saya, karena presisi komponennya sudah tidak seperti motor baru lagi.

Dulu pernah mencoba merk oli yang cukup terkenal yang harganya 2x lipat dari Shell AX5, tetapi suara mesin kurang senyap, dan ketika gas diputar powernya kurang. Kedua logika saya, jika harga 2x lipat maka saya harus ganti oli per dua bulan, karena saya setiap bulan ganti oli. Tetapi dengan harga 2x lipat, saya lebih baik ganti oli tiap bulan dengan Shell AX5 daripada menahan "oli mahal" tersebut selama 2 bulan pada mesin Supra X saya. Bagaimanapun diberi oli baru tiap bulan lebih bagus. Shell AX7 juga pernah saya coba, tapi ya itu kurang power. Supra X 125 D saya gunakan untuk bekerja di Jakarta yang kondisinya macet parah, stop and go, dan jarang mencapai kecepatan tinggi. 

Memang saya selalu ganti oli setiap bulan karena kondisi Jakarta yang macet, tidak bisa pakai hitungan KM. Kemudian saya selama hampir 2 tahun selalu menggunakan Pertamax, karena saya ingin performa motor saya bagus, maklum sudah masuk kategori motor yang berumur. Juga setiap bulan saya selalu service di bengkel resmi Honda langganan dan dengan mekanik langganan juga.
Pernah seorang teman meminjam motor saya dan bilang "Wah motornya Budy enak banget, enteng, suaranya halus, bengkelnya dimana sie?". Saya hanya tersenyum, lalu dia menimpali lagi "Mungkin settingannya pas ya Bud?, bener motornya Budy motor yang paling enak yang pernah saya pakai".Saya hanya tertawa kecil.Kebetulan saat itu lagi ada banyak teman teman yang berkumpul, ada satu teman lain penasaran lalu bertanya "Motormu apa sie bro?". Saya jawab "Supra X 125".
Sebenarnya bukan masalah motornya merk apa. Semua merk motor jika dirawat dengan baik pasti juga akan  memberikan performa terbaiknya. Saya berpikir seperti ini, motor saya adalah alat transportasi saya untuk bekerja, jadi harus saya rawat dengan baik sehingga pekerjaan saya lancar. Perawatan sangat standar, service rutin tiap bulan dan ganti oli, BBM selalu Pertamax.  Saya juga bukan orang yang suka otak atik motor secara berlebihan, saya hanya ganti velg jari jari menjadi velg racing V-Rossi agar larinya stabil karena velg jari - jari aslinya sudah oblak depan belakang. Semoga sharing saya bisa bermanfaat bagi teman - teman.

gambar diambil dari sini

Labels: , ,

Thursday, May 11, 2017

Tamiya STB ( Standart Tamiya Box )

Lagi beruntung dapet BTO, chassis TZ, roller depan 14 mm, roller belakang dragon hitam dan roller 16 mm, ban depan belakang super hard,velg five spoke, dinamo Torque,gear banci merah + hijau, akar belakang FM,body Beak Spider

Dulu saya mengira permainan Tamiya Mini4WD telah hilang dari peredaraan khususnya di Indonesia, ternyata tidak hilang sama sekali. Tamiya sendiri di Indonesia khususnya seri Tamiya Mini4WD masih ada penggemar fanatik yang masih mengadakan lomba Tamiya Mini4WD di Jakarta dan di luar Jakarta. Sebagai salah satu mantan fans Dash Yonkuro ( film kartun Jepang dengam tema Tamiya Mini4WD yang diputar di TVRI setiap hari minggu pada era 90-an ) saya mencoba bernostalgia dengan mainan Tamiya Mini4WD di tahun 2015. 
Pada tahun ini Tamiya Mini4WD atau selanjutnya disebut Tamiya di Indonesia sudah berkembang cukup pesat karena didukung kreatifitas dari para penggemar Tamiya. Bahkan menciptakan kelas sendiri yaitu sloop ( hanya ada di Indonesia ), selain ada STO. Dan pada tahun itu sedang booming kelas baru yang disebut Standart Tamiya Box ( STB ). Kelas ini memperbolehkan para pembalap untuk bertukar part antar kit ( box ), tetapi tidak boleh menggunakan optional part kecuali kelas STB++. Kelas ini sendiri lahir karena kelas STO terlalu mahal dan ekslusif, hanya pembalap berkantong tebal  atau kantongnya ditebal - tebalkan agar bisa merakit sebuah mobil Tamiya kelas STO yang ready to race. Saya sendiri kurang tahu kapan tepatnya lahirnya kelas ini, dari data yang saya peroleh dari pemain kawakan sekitar tahun 2014-2015 mulai booming lomba balapan Tamiya kelas STB.

Lahirnya kelas STB tentu saja disambut baik oleh para pemula seperti saya dan para pembalap Tamiya yang lain. Selain jauh lebih "murah", tentunya lebih simple karena part yang digunakan juga tidak banyak. Murah dalam hal ini relatif, karena pada prakteknya untuk membuat satu mobil Tamiya STB diperlukan biaya 300-500 ribu. Itu hanya mobil, sedangkan pada saat balapan kita juga harus menyiapkan / membeli berbagai perangkat lain misal charger, batere,obeng, pelumas,mobil cadangan, roller, lampu, gear, dsb.

Berikut akan saya bahas item item yang berhubungan dengan lomba Tamiya kelas STB dan STB++ , semoga bisa menjawab penasaran para penggemar Tamiya Mini4WD di Indonesia.

Akar
Merupakan sebutan untuk tempat roller pada bagian belakang mobil, akar yang populer pada lomba STB adalah akar dari chassis TZ, FM dan Super X serta Super XX dan ada juga part optional rear brake dan roller set yang diperbolehkan oleh panitia lomba. Pemilihan akar melihat kecocokan chassis dan jenis track, pada pembalap Tamiya kawakan, dia sudah bisa membaca track secara sekilas, sehingga dia cukup mencoba mobil di track beberapa kali sudah bisa mendapatkan settingan yang pas ( jenis ban, speed, akar, dinamor, gear, dsb).

Mobil Tamiya dengan Chassis TZ, roler depan kiri 14 mm, depan kanan 16 mm, ban depan medium low friction tire ( maroon ), ban belakang medium hard ungu, akar Super XX, roller belakang dragon biru dan roller hijau 16 mm kanan dan kiri, body Fire Stinger.

Body
Body adalah salah satu hal yang menarik di balapan khususnya kelas STB, karena dengan kecepatan sekitar 17-22 km/jam bentuk body tamiya masih berpengaruh terhadap aerodinamika mobil. Kecepatan di atas 22 km/jam bukan tidak mungkin, tapi jarang bisa dicapai dengan desain track balapan yang sering dibuat. Beda body maka berbeda pula jenis lompatan. Hal ini tidak berpengaruh di balapan kelas STO karena mobil melaju sangat kencang sehingga diperlukan part optional berupa pemberat agar mobil bisa diatur lompatannya. Oleh karena itu para pembalap Tamiya STB biasanya menyiapkan beberapa body ( yang sesuai dengan jenis chassis tentunya ) agar bisa mengatur jenis lompatan sesuai kondisi track. Inilah keindahan balapan Tamiya kelas STB dan STB++ yaitu masih bisa dinikmati mata karena mobil tidak terlalu kencang, kemudian body 90% bentuknya masih sesuai kit aslinya dari box, berbeda dengan kelas STO atau sloop, bentuk body sudah "berantakan" tidak jelas.



Body mobil juga perlu diwarnai dengan warna yang unik atau diberi stiker agar tampil beda, jika warna dan jenis body sama akan sulit membedakan mana mobil kita dan mobil lawan ketika balapan di track, biasanya banyak team-team "pabrikan"  mengecat mobil dengan warna khas mereka, sedangkan team "satelit" cukup main stiker meskipun ada juga yang mengecat body dengan warna khas mereka. 

 Mobil tamiya dengan body Beak Spider melompati buaya /penghalang

Body yang suka saya gunakan adalah body dari kit Beak Spider, sebab saya suka warna hitam dan dengan bentuk body-nya, mobil tamiya akan cepat menukik sehabis melompat, juga kombinasi chassis TZ dan body Beak Spider membuat mobil Tamiya mempunyai center of gravity yang rendah. Saya beberapa kali menoreh BTO dengan body Beak Spyder seperti gambar paling atas. Kit Beak Spider sendiri termasuk kit yang "murah", sehingga plastik body termasuk dalam kategori kurang bagus, sehingga gampang pecah. Inilah sebenarnya salah satu kekurangan body Beak Spider. Jadi saya harus menyetok banyak body Beak Spider ketika balapan. Balapan Tamiya kelas STB memang  termasuk dalam balapan dengan kecepatan "rendah", tetapi bukannya mobil tidak gampang rusak. Adanya insiden "adu banteng" karena ada mobil yang lawan arah, kemudian mobil yang klontang ( keluar track ), menabrak tembok, jatuh ke lantai bawah dan masih banyak lagi. Banyak insiden yang menyebabkan mobil Tamiya rusak, karena mobil tamiya sendiri terdiri dari bahan plastik sehingga ada "masa berlaku"-nya.

Ban
Ban dalam balapan Tamiya kelas STB juga salah satu yang menarik selain body. Warna / Jenis ban yang digunakan dalam balap STB juga mempengaruhi kecepatan dan jenis lompatan. Tidak seperti balapan kelas atas yang ban-nya sudah dibubut sampai tipis. Ban dalam balapan Tamiya kelas STB tidak diperbolehkan dibubut sampai tipis, dibubut boleh hanya sebatas agar tapak ban rata menyentukh permukaan track. Hanya ketebalan ban harus sesuai standart regulasi lomba, jika terlalu tipis maka akan didiskualifikasi jika menang. Kemudian warna karet ban dan kompon ban, misal ban warna merah cenderung lebih ngebut daripada ban warna ungu. Ban warna ungu cenderung lebih kalem untuk lompatan dan sebagainya. Ada juga ban warna maroon yang cenderung lebih licin di track, sehingga lebih cepat keluar tikungan, bisasanya ban ini dipasang di roda depan. 
Ban Maroon ( Low Friction Tire )

Ban maroon termasuk optional part, karena tidak dijual dalam bentuk Kit, sehingga ban ini hanya diperbolehkan dalam lomba Tamiya kelas STB++ ( plus plus ) yang memperbolehkan adanya optional part dalam batasan wajar sesuai regulasi panitia balapan. Ban sendiri harus di-balance sehingga laju mobil stabil, ada pembalap yang mem-balance sendiri ban-nya ada juga yang pesan ke toko langganan.

Buaya (penghalang)
Buaya ini sebenarnya sebutan untuk penghalang dalam track tamiya, agar para pembalap tidak main aman. Artinya pembalap harus membuat mobilnya kencang agar bisa melompati  buaya ( penghalang ), karena jika mobilnya lambat ketika melompat tidak akan tinggi sehingga menabrak buaya. Buaya sendiri hanya ada di Indonesia agar balapan lebih menarik (lebih kencang), karena di negara asalnya yaitu Jepang tidak ada.Di balapan ala Jepang sendiri hanya ada penghalang berupa Jump Ramp.  Buaya sendiri biasanya dibuat dari gabus kemudian direkatkan dengan lakban hitam atau dari potongan kardus yang digulung kemudian direkatkan dengan lakban, atau ada juga yang menggunakan busa, tergantung kreativitas penyelenggara lomba.

Buaya / penghalang

Chassis
Chassis juga salah satu item yang menarik dalam balapan Tamiya kelas STB dan STB++. Ada banyak tipe chasis, seperti TZ, TZX, AR, FM, Super II , Super X, MA dsb. Hanya beberapa chassis yang bisa / populer untuk balapan Tamiya kelas STB, bukan karena chassis tipe lain jelek tetapi karena bentuk track yang sering dilombakan tidak kompetitif jika menggunakan chassis tipe tersebut. Awal saya main yaitu sekitar tahun 2015 awal, chassis yang populer adalah jenis TZ dan TZX, hampir semua pembalap saat itu menggunakan chassis TZ. 
Pada masa kejayaan chassis TZ dan TZX  ini, salah satu kit yang paling dicari adalah kit Cyclone Magnum TRF karena part di dalamnya lumayan lengkap untuk balapan kelas STB, yaitu chassis jelas, roller 16 mm, akar FM, dan body dapat digunakan. Body Cyclone Magnum TRF termasuk recomended untuk berlomba karena ringan dan banyak lubang angin-nya. Hanya agak rapuh bahannya sama seperti body Beak Spider.

 Cyclone Magnum TRF , kit favorit era kejayaan TZX. gambar sebelah kiri tentu sudah ditambahkan part roller 16 mm untuk belakang, roller dragon, ban super hard depan belakang, velg five spoke carbon depan, five spoke standart belakang. Gak pernah menang cuman BTO doang :)

Kemudian era carbon dimulai, yaitu era di mana chassis carbon diperbolehkan untuk lomba. Chassis carbon yang dijual dalam bentuk kit hanya ada pada chassis tipe Super II yaitu pada Kit Vanguard Sonic Premium dan Victory Magnum Premium, sedangkan chassis Super II saat itu belum bisa bersaing / kompetitif melawan dominasi chassis TZ dan TZX. 


Chassis carbon dalam bentuk optional part ada pada tipe Super FM, chassis Super FM sendiri merupakan chassis yang unik karena tempat dinamo dan gearbox ada di depan. Hal inilah yang membuat chassis FM cepat menukik ketika sehabis melompat karena bagian depan mobil lebih berat, hanya karena lubang roller chassis SFM non carbon bawaan gampang retak, maka chassis ini jarang dipakai dalam lomba. Dengan diperbolehkannya chassis carbon, tentu saja hal ini membawa semangat baru untuk meracik mobil tamiya dengan chassis FM. Dengan hadirnya carbon era dominasi chassis TZ dan TZX mulai tenggelam meskipun tidak hilang sama sekali. Dengan kombinasi roller dragon depan dan belakang pada chassis FM, membuat mobil dengan chassis FM carbon bisa sangat cepat keluar tingkungan dan melaju lebih cepat dari chassis TZ dan TZX. Roller dragon pada chassis TZ tidak bisa digunakan karena mobil akan cenderung keluar track karena licin, hal ini tidak terjadi pada chassis FM karena berat mobil ada di depan karena posisi Dinamo dan gear box, jadi chassis tidak terangkat ketika menikung karena berat di depan.
Super FM Chassis

Kemudian chassis AR, chassis AR sendiri sejatinya chassis yang teknologi-nya lebih maju dari chassis TZ, TZX maupun FM. Hanya pada balapan Tamiya kelas STB dan STB++ chassis AR hanya dipakai bushing-nya saja. Chassis AR mempunyai kelemahan yaitu pada lubang roller yang gampang pecah, dan tidak ada seri carbon-nya. Tapi mempunyai gearbox yang presisi, dan chassis yang rigid, sehingga pada track tertentu chassis AR dengan mudah mengasapi chassis lainnya.Chassis AR secara bawaan lahir, dilengkapi dengan begitu banyak lubang untuk optional part, juga lubang untuk mengalirkan udara agar bisa mendinginkan batere dan dinamo.  

AR Chassis


Chassis AR sangat populer untuk balapan kelas STB Murni, yaitu balapan non crossbox artinya mobil yang dilombakan hanya menggunakan 1 kit saja. Bagaimana tidak, roller plastik lengkap yaitu bagian depan dan doble dibelakang, roda sudah ukuran medium ( ukuran ban standar balapan Tamiya STB ). Sehingga ketika balapan Tamiya kelas STB Murni, seperti melihat balapan one make race yaitu hampir sebagian besar menggunakan kit Shadow Shark Yellow dan sejenisnya seperti gambar di bawah ini.


Gear
Gear merupakan komponen penting untuk mengatur kecepatan mobil Tamiya selain batere, roller dan ban. Gear dipakai berpasangan yaitu dari paling rendah  yaitu Biru Muda + Hijau,Merah +Coklat, Hitam+Coklat, Biru Muda + Kuning. Ada juga teknik pemasangan gear banci yaitu kombinasi gear bukan dari pasangan seharusnya, misal Merah + Hijau atau Hitam + Hijau untuk mengatur speed dan torsi.

kiri : bushing kuningan /standart, kanan : bushing AR

Bushing
Bushing yang digunakan dalam balapan tamiya kelas STB dan STB++ adalah bushing chassis AR. Bushing AR terbuat full dari plastik dan lebih presisi, sehingga ban mobil lebih adem / tenang laju-nya. Selain itu bushing ini tidak berisik. Memang tidak menjadi menjamin bushing AR mendominasi bushing standart, karena 2 kali BTO saya ditoreh tanpa bushing AR alias menggunakan bushing standart/kuningan dan tentu saja itu hanya keberuntungan, hehehe. Bearing dari optional part yang terbuat dari logam tidak diperbolehkan dalam kelas STB, sehingga jika ketahuan ada pembalap yang memakainya akan dianulir kemenangan-nya.

Roller
Roller digunakan agar mobil Tamiya mudah melaju di dalam track  yaitu mengurangi gesekan antar chassis dan dinding track. Roller yang diperbolehkan adalah roller karet plastik 16 mm, 14 mm, kemudian roller plastik Dragon ( dari kit Dragon series atau persamaanya) dan roller Scorpion ( dari kit Scorpion atau persamaan-nya ). Roller 14 mm dan 16 mm ini juga termasuk barang fast moving karena cenderung gampang rusak ketika bertabrakan dan merupakan item yang selalu bergesekan pada track, sehingga mempunyai "masa  hidup". Roller dan lubang roller di chassis depan merupakan komponen yang mendapatkan tekanan paling berat ketika mobil melaju di track, di banding roller belakang. Oleh karena itu para pembalap biasanya selalu mengecek roller-nya masih berbentuk bulat atau sudah penyok. Derajat pemasangan roller juga berpengaruh terhadap lompatan. Lubang roller pada chassis juga salah satu hal yang harus selalu dicek karena cenderung gampang retak, sehingga harus ditambal atau ganti chassis jika terlalu parah.

Kupon
Pada lomba tamiya kelas apapun, pembalap diharuskan membeli paket kupon. Kupon ini nantinya digunakan sebagai "alat pembayaran" yang sah untuk mengikuti lomba, kupon diletakkan di atas box start sesuai track yang diinginkan, misal A, B, C. Harga kupon per lembar bisa variatif, yaitu dari Rp 2000 sampai Rp 8000 atau bahkan lebih mahal. Biasanya tergantung dari Event Lomba, jika kelas perlombaan biasa harga sekitar Rp 2000 per lembar, untuk yang agak besar Rp 5000, untuk kelas nasional bisa sampai Rp 8000 per lembar. Dan tentu saja jika event kelas nasional total hadiahnya bisa sampai ratusan juta. 



Mahalnya harga kupon inilah juga kadang memicu adanya pembalap yang nakal yang membuat copy-an kupon KW super, hal ini dikarenakan penyelenggara tidak pernah merubah desain kupon, sehingga dengan modal gambar kupon yang dulu, oknum pembalap bisa meng-copypaste kupon untuk berlomba. jadi dia bisa berlomba dengan "gratis". Tentu saja hal ini jarang terjadi meskipun pernah.

Pelumas
Biasanya pelumas  yang digunakan adalah merk Standart, digunakan untuk melumasi dinamo agar lebih lancar dan stabil lajunya. Juga menggurangi aus pada brush dinamo sehingga memperpanjang "masa hidup" dinamo. Pelumas disemprotkan sebelum mobil dicek kecepatannya pada speed checker. Sehingga memperoleh hasil akurat, karena jika dicek dahulu kemudian disemprot maka kecepatan mobil berubah pada saat dipasang di track.

Dinamo
Dinamo yang digunakan dalam lomba tamiya kelas STB adalah Dinamo seri Tuned. Yaitu Atomic, Torque dan Rev. Rev series sendiri jarang digunakan karena tidak ada torsinya, hanya speed saja. Sehingga tidak cocok digunakan dalam balapan tamiya dengan buaya yang "super ganas". Dinamo Tamiya sendiri merupakan barang fast moving yang paling sering diperjualbelikan selain roller, karena dinamo akan mati ketika brush konektornya sudah putus karena aus. Dinamo yang akan digunakan dalam balapan harus di-Break In, Break In pada dasarnya adalah membuat "jalur" pada rotor konektor dengan brush yang terhubung dengan batere. Hal ini dimaksudkan agar kecepatan dinamo stabil tidak naik turun , ini penting sebab jika kecepatan dinano naik turun, maka kecepatan mobil tamiya di track tidak bisa diprediksi, sehingga sulit untuk memenangkan lomba. 

 Dinamo di-coak

Pada banyak perlombaan, banyak panitia yang mengharuskan dinamo di-coak (dilubangi), hal ini untuk memudahkan tukang skrut untuk mengecek dinamo tersebut diganti brush atau tidak, atau diganti kumparan-nya. Penggantian kumparan pada dinamo sama saja mengganti mesin pada mobil balap, seperti bertanding dengan mesin 500 cc pada lomba 250 cc. Dan hal ini tidak diperbolehkan karena tidak fair.

Shaft
Shaft digunakan untuk menyalurkan tenaga dari dinamo ke roda depan, hal inilah yang membuat mobil Tamiya menjadi four wheel drive. Shaft sendiri juga ada masa-nya karena terbuat dari plastik sehingga aus dan gear pada as shaft bisa lepas , karena mobil tertahan lajunya sedangkan torsi dinamo terlalu besar ketika menggunakan low gear. Shaft ini juga menjadi bahan acuan tukang skrut, karena jika mobil tamiya hanya melaju 2WD ( roda belakang saja ) saja maka kemenangan dianggap tidak sah.

Skrut
Adalah sebutan untuk wasit atau panitia perlombaan yang mengecek mobil tamiya peserta ketika berhasil melewati 3 putaran jalur track dengan selamat. Biasanya yang dicek adalah roller, kemudian shaft apakah dol atau tidak, kemudian cek bushing diganti bearing atau tidak, dinamo, ukuran ban, dsb.

Track
Track biasanya dibuat 3 jalur yaitu A, B dan C, plus 1 IC ( interchange ) untuk pindah jalur sehingga mobil pembalap akan merasakan semua jalur track. Pada prakteknya tidak semua track itu sempurna, ada yang kotor, atau yang kurang presisi, buaya-nya tidak rapi ( ada yang gemuk dan ada yang kurus ), hal inilah menjadi tantangan bagi pembalap tamiya. Ketika mobilnya "waras", bisa juga sulit menang karena tracknya "gila", dan sebaliknya. Juga kadang track bekas balapan untuk kelas sloop yang mempunyai alur pada dinding track membuat mobil jadi "gila", hal inilah yang kadang membuat perdebatan antara pembalap dan panitia. Pada lomba kelas STB ala Japan Style digunakan 5 jalur dan tanpa buaya.

Velg
Velg yang kebanyakan digunakan balapan kelas STB dan STB++ adalah velg tipe medium, kadang juga dipakai velg tipe small untuk mendapatkan lompatan pendek. Diperbolehkannya penggunaan velg medium carbon, menjadikan banyak pembalap yang memakainya, meski pada prakteknya lubang as-nya kurang awet. Velg favorit yaitu velg model fin, dan disc yang dipercaya lebih kuat karena konstruksi lebih rapat dibanding velg model five spoke dan lainnya.

Velg Atas ( kiri : model disc, kanan : five spoke carbon )
Velg Bawah ( kiri : model fin standart, kanan : model fin carbon )

Wash Bensin
Wash bensin digunakan untuk membersihkan ban pada lomba tamiya. Pada prakteknya jarang sekali jalur track yang bersih, jika bersih pun akan ternoda oleh pelumas yang menetes pada track. Hal ini membuat ban menjadi licin dan kotor. Wash Bensin sejatinya adalah pembersih untuk tekstil, baunya harum. Hati hati juga dalam membeli wash bensin karena karena banyak wash bensin oplosan yang kualitas jelek dan baunya kurang sedap. Juga hati hati dalam mengemas wash bensin, karena bentuknya yang bening dan kadang disimpan dalam botol minuman , pernah ada pembalap yang salah ambil botol dan meminumnya, meskipun tertenggak hanya sedikit akibatnya dia mencret sampai 3 hari.Waspadalah.



Bukan untuk anak kecil
Pada prakteknya jarang sekali anak kecil yang ikut lomba tamiya kelas STB. Meskipun banyak orang bilang Tamiya STB lebih simple pada prakteknya tidak seperti itu. Lomba balapan tamiya memerlukan analisa yang lumayan untuk men-setting mobil agar sesuai dengan track yang dilombakan.

Dari mengatur speed, mengecek kerapian mobil, strategi lomba merupakan hal yang terlalu kompleks untuk anak kecil. Mungkin mereka bisa ikut lomba tapi sulit untuk menang melawan  om om yang ikut lomba. Biasanya anak kecil hanya jadi joki ( meletakkan mobil pada box start ) orang tuanya atau saudaranya yang lebih tua. Dan satu lagi yaitu asap rokok, para pembalap  yang sebagian besar orang dewasa menggunakan asupan nikotin untuk menghilangkan stress ketika lomba. Sehingga jika tempat lomba sirkulasi udaranya kurang maka akan terjadi kabut asap rokok. Hal ini tentu berbahaya bagi anak kecil, bagi "anak besar" juga sebenarnya berbahaya. Sehingga hal ini perlu diperhatikan bagi pembalap yang akan mengikuti lomba, jika akan membawa anaknya yang masih kecil perlu diperhatikan kondisi tersebut. Beberapa panitia lomba ada juga yang mengadakan larangan merokok di tempat lomba, jadi para pembalap bebas memilih, karena sekarang di Jakarta khususnya sangat banyak event lomba kelas STB. Jadi jangan takut tidak mendapat tempat untuk menyalurkan hobby balapan tamiya.

Mitos STB
Banyak orang mengira mobil yang dirakit dari  box ( kit ) bisa langsung untuk balapan. Untuk balapan kelas STB murni memang bisa dan harus karena regulasinya memang seperti itu (dengan track yang lebih mudah dari kelas STB ++). Tetapi untuk kelas STB non murni dan STB++ hal tersebut tidak bisa dilakukan. Karena mobil dari kit pada dasarnya adalah untuk dikoleksi, bukan untuk balapan. Maka mobil dari kit hanya indah dilihat saja. Untuk balapan tamiya STB dan STB ++, pembalap harus menambah dan mengganti beberapa part agar mobil stabil dan layak balapan. Antara lain, ban diganti tipe medium, roller depan belakang wajib, kemudian akar disesuaikan dengan jenis track ( akar tinggi (Super X, Super XX) atau rendah (SFM) ), kemudian pilihan chassis juga harus menyesuaikan track.

Awal ikut balapan kelas STB++ saya menggunakan kit Shadow Shark Yellow yang kata penjualnya bisa langsung untuk balapan, iya memang bisa, tapi tidak bisa menang. Kelas STB menurut saya adalah pendekatan terbaik dari balapan mini 4wd, merakit mobil dari box kemudian ditambah modifikasi simple kemudian dipakai balapan. Salah satu bentuk kejeniusan para fanatik balapan Tamiya mini 4wd di tanah air. Lain halnya dengan STO, bentuk mobil berubah karena sudah terlalu banyak part yang "tidak jelas", tapi balapan (STO) inilah yang masih diakui oleh negara asalnya. Semoga kedepan kelas STB bisa diakui juga secara internasional.

Mitos Carbon
Hadirnya regulasi yang memperbolehkan chassis carbon dan part berbahan carbon lainnya untuk balapan disambut gembira. Chassis berbahan carbon pada dasarnya memang lebih kuat, tetapi bukannya tidak bisa rusak, pada level tumbukan yang cukup keras chassis carbon akan rusak sehingga tidak layak untuk digunakan lagi. Tapi jujur main pakai chassis SFM carbon,lebih nyaman karena mobil lewit awet ketimbang main pakai chassis TZ. Kemudian velg berbahan carbonvelg carbon yang dijual eceran lubang as-nya gampang dol ( lepas dari as ), jadi tidak ada jaminan velg carbon lebih kuat. Ada velg carbon yang terbukti cukup kuat, yang saya pakai hampir setahun lubang as-nya masih kuat yaitu dari part number #94896 Soft Low Profile Tire and Carbon Wheel Set (5 spoke) dibanding velg carbon eceran  yang satu plastik isinya 3 set. Ada harga ada kualitas!

Stamina yang kuat
Lomba tamiya memerlukan stamina yang kuat, lomba akan berlangsung hampir setengah hari yaitu dari pagi 09.00 / 10.00 sampai malam sekitar jam 22.00 atau bahkan lebih. Oleh karena itu diperlukan stamina yang kuat, dan jangan lupa untuk makan dan minum air putih yang cukup. Jika kondisi sedang tidak fit lebih baik diurungkan saja niat untuk ikut lomba. Bahkan untuk event lomba yang lumayan besar, bisa sampai 2 s/d 3 hari perlombaan.

Single Fighter
Untuk lomba kelas cengrace atau lomba dengan nilai hadiah kecil mungkin anda bisa berlomba sebagai “single fighter”, tetapi ketika lomba kelas yang lebih besar atau level nasional jika single fighter maka sulit untuk menang. Logikanya seperti ini, anggap kondisi ideal mobil anda bagus, jadi mobil anda sering menang pada babak pertama ( pencarian kupon ), kemudian pada babak kedua jika anda sering menang jika anda tidak dapat bye ( menang 3 kupon A, B C atas nama anda ), maka anda harus menyiapkan 2 mobil untuk bertanding, tidak mudah untuk men-setting 2 mobil pada saat bersamaan. Dan pertandingan berikutnya anda harus bertanding lagi dengan jeda waktu yang sangat sempit, akhirnya yang ada mobil anda berantakan, karena mobil sudah tidak presisi lagi karena terlalu sering bertanding dan anda tidak sempat men-setting lagi. Entah itu roller  yang penyok, chassis yang kurang presisi, ban mobil goyang, akar patah dan sebagainya. Jadi untuk lomba event besar harus team work. Kecuali stok hoki anda sekarung, atau lawan main anda kemampuannya jauh di bawah anda.

Impossible Track
Balapan Tamiya itu seperti memecahkan sebuah teka teki, teka teki itu berwujud track yang dilombakan. Cara memecahkannya yaitu dengan men-setting mobil agar sesuai dengan track yang bisa melewati 3 putaran dengan sempurna melawan mobil lain. Namun kadang ada pembuat track / panitia lomba  yang membuat track terlalu sulit sehingga jalannya lomba menjadi membosankan karena jarang sekali pembalap yang menang dengan sempurna ( lolos 3 putaran ) , ketika babak kedua dan utama yang dihitung adalah mobil yang terakhir klontang / jatuh. Pembuat track “impossible” ini biasanya akan menuai banyak protes, dan jika tidak berubah di event berikutnya akan dijauhi pembalap sehingga event balapannya menjadi sepi.

Awal tahun 2016 saya memutuskan untuk rehat dahulu dari nostalgia saya. Salam klontang !

Labels: , ,

Wednesday, May 10, 2017

Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan





Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Pagi itu tanggal 5 Mei 2017 saya menerima 15 buah kunci pintu ( kunci asli plus duplikat ) untuk 5 buah pintu rumah baru saya di daerah Cileungsi. Rasa gembira tentu tidak terelakkan, karena di dalam kondisi saat ini sangat sulit untuk mendapatkan rumah di Jakarta dan sekitarnya. Sepanjang perjalanan saya terus membatin dalam hati, Terima kasih Tuhan Yesus. Tapi rasa bahagia ini masih kalah bahagia ketika pertama kali ditelepon oleh pihak bank bahwa KPR saya di ACC, 5 bulan yang lalu. 

Awal saya mengambil KPR, awalnya ketika salah seorang teman sekantor mengabari bahwa dia baru saja lolos KPR. Satu sisi ikut senang seorang teman akrab akhirnya memiliki rumah , satu sisi bertanya ke diri sendiri "Saya kapan beli rumah?". Tapi hal itu saya pendam dalam dalam karena untuk uang DP rumah saat itu tidak ada.Dan pada saat itu saya masih dalam tahap "recovery" untuk keuangan pribadi.  Pada suatu waktu bulan November awal 2016 saya mendapatkan satu proyek kecil pembuatan software. Saya memang kerap mendapatkan order proyek kecil software , karena secara waktu masih bisa saya bagi dengan pekerjaan rutin, jika terlalu besar dan rumit saya biasanya berikan ke rekan lain. Karena selain tidak terlalu jago coding, waktunya pembuatannya sangat menyita. Nilai proyek tersebut sebenarnya tidak seberapa untuk Down Payment KPR dari iklan perumahan yang ada di sepanjang jalan, di koran dan internet. Hanya waktu itu saya merasa lebih percaya diri dengan mendapatkan proyek itu. 

Akhirnya ketika saya sedang jalan jalan di Mall dekat kontrakan, ada pameran perumahan dari pengembang yang membangun Mall tersebut. Akhirnya saya meminta brosur kepada marketing yang sedang berjaga. Disitu tertulis DP bisa dicicil setahun, artinya saya bisa mencicil DP selama setahun setelah itu baru bisa akad kredit. Lokasi perumahan berjarak sekitar 1,5 jam perjalanan dari kontrakan saya sekarang. Marketingnya mengatakan hari sabtu dan minggu dia ada di kantor marketing, jadi bisa bertemu di sana. Akhirnya saya kontak teman saya sudah lolos KPR ( yang saya ceritakan di atas ). Saya berkonsultasi dengan  dia via WA, saya menceritakan lokasi, DP dan sebagainya. Dia bilang sabtu bareng dia ke lokasi, dan ternyata perumahan dia dan perumahan yang saya incar ternyata jaraknya berdekatan, jadi sekalian dia mengecek rumahnya.
Developer perumahan saya lebih besar secara perusahaan dibanding developer perumahan teman saya. Akhirnya kami tiba di kantor marketing perumahan yang saya incar, kemudian bersama dengan marketing tersebut kami mengecek lokasi, sepanjang perjalanan menuju ke lokasi kami melewati perumahan dari pihak pengembang yang sudah lebih dulu ada. Perumahan tersebut sudah menyerupai kampung  karena sudah banyak pemilik rumah membuka toko di rumahnya sehingga kurang bagus dilihat. Akhirnya kami tiba di lokasi, ada 2 hal yang mengganjal saya waktu itu setelah melihat rumahnya, pertama batas antar rumah hanya 1 lapis tembok , kemudian kedua ukuran kamar tidur lumayan kecil sehingga nantinya jika diisi kasur sudah penuh. Kemudian untuk lingkungan sekitar meskipun masih banyak pohon tapi terasa kering dan panas. Tetapi untuk akses memang perumahan ini banyak akses jalan ke beberapa titik. 

Akhirya setelah puas melihat kami pun berpamitan dan melanjutkan melihat perumahan teman saya, yang ternyata "bersebelahan" jika dilihat dari Google Map satellite view. Begitu masuk gerbang utama perumahan, nuansa hijau pepohonan dan taman sangat terasa. Perumahan ini mempunyai model semi cluster alias cluster isi banyak. Saya lihat juga pihak pengembang tetap menyisakan ruang untuk pembangungan taman, tidak serakah sebagian besar lahan diisi untuk pembangunan rumah. Kemudian saya mengecek rumah teman saya yang sedang dibangun, pertama tembok pembatas double alias tiap rumah punya tembok sendiri tidak join, lalu ukuran kamar tidur lebih luas dibanding perumahan yang saya incar sebelumnya. Dan satu lagi yang membuat saya "jatuh cinta" adalah adanya spot taman / ruang terbuka di bagian tengah rumah yang membuat tipe rumah ini menjadi menarik. Kemudian setelah puas melihat rumah teman saya, saya pun minta nomor WA marketing perumahan tersebut.

Dalam perjalanan teman saya nyeletuk " Piye bro, apik to? Wes jupuk wae ( Bagaiman bro, bagus khan? Dah ambil saja) " "Iyo bro" jawab saya. Dalam hati saya tertarik hanya saat itu dompet sedang tipis dan Down Payment proyek pun belum cair sehingga saya masih belum begitu pede. Beberapa hari kemudian marketing perumahan teman saya tersebut menghubungi saya melalui  telepon, dia bilang DP 1 jt dahulu agar masuk waiting list sehingga ketika ada proses kredit yang gagal saya bisa masuk. Saat itu memang tipe rumah 45/91 sudah sold out sehingga saya hanya bisa menunggu "bola muntah" jika ada.  Saya bilang ke marketinya "Iya pak, saya pikir pikir dulu". Karena saat itu pun uang 1 jt saya tidak pegang. Akhirnya pada tanggal 26 marketing tersebut telepon saya lagi untuk DP 1 jt dahulu, takut tidak dapat slot waiting list karena rebutan katanya. Marketing tersebut memang jenius, dia tahu saja kalau tanggal 26 habis gajian, dompet masih tebelan dikit. Akhirnya saya pun DP 1 jt untuk masuk waiting list, artinya jika tidak ada proses kredit yang gagal, uang saya dikembalikan. 

Setelah berapa lama akhirnya saya mendapatkan slot untuk blok No: 2, saat itu saya sudah senang karena mendapatkan slot, tapi di tengah jalan ternyata customer yang gagal tersebut bisa lolos KPR di bank lain, akhirnya blok No:2 batal jadi milik saya, pihak marketing pun meminta maaf ke saya dan menawarkan blok No: 3, saya bilang tidak apa apa, yang penting tipe sama ( cicilan sama :-) ). Akhirnya KPR saya pun diproses, jika secara syarat untuk masa bekerja saya pasti masuk karena lebih saya bekerja sudah lebih dari 2 tahun. Kemudian BI checking OK, karena saya tidak pernah ada kredit macet. Hanya secara gaji memang limit sehingga hal inilah yang membuat saya dag dig dug. Sampai akhir tahun 2016 proses KPR saya belum jelas, ada dari satu bank Syariah menawarkan cicilan yang besar yang bisa saja saya ambil tapi saya menolaknya karena cicilan terlalu besar ( jenis cicilan flat ). Kemudian 1 lagi dari bank konvensional secara data saya KPR saya ditolak. Akhirnya saya hanya menunggu dari 1 bank lagi yaitu bank BRI, liburan Natal akhir tahun 2016 yang seharusnya dilewati dengan gembira, saat itu dilewati dengan dag dig dug dor. Akhirnya awal tahun 2017 saya ditelepon dari bank BRI bahwa KPR saya disetujui, SP3 sudah keluar,rasanya bahagia sekali.  Mulai hari itu dan sekitar 2 bulan kedepan ketika berangkat dari rumah kontrakan ke tempat kerja dan pulang kerja rasanya seperti "melayang", hampir tidak percaya akhirnya saya memiliki rumah. 

Dari pengalaman ini saya merasakan sendiri, apa yang sering dikatakan orang - orang bahwa membeli rumah itu seperti jodoh.  Iya jodoh, karena sebelumnya saya tidak ingin membeli perumahan yang sekarang saya dapat, dan pada saat itu uang cash untuk DP pun saya tidak ada. Ada juga teman sekantor yang sudah lolos semuanya akhirnya tidak jadi membeli rumah karena alasan yang tidak saya ketahui, padahal jika dari segi gaji dan syarat - syarat dia jauh lebih baik daripada saya. Tulisan ini saya buat sebagai rasa terima kasih saya kepada Tuhan Yesus yang sudah memberi jalan kepada saya untuk memiliki rumah, rumah ini saya dapatkan bukan karena kemampuan saya sendiri tetapi karena kemurahan berkat Tuhan yang berbentuk jalan / kesempatan diberikan ke saya. Terima kasih Tuhan Yesus.

Labels: ,

Thursday, January 26, 2017

Dual Connection


Kali ini saya akan membagikan tips singkat, bagaimana membuat suatu aplikasi database menggunakan Visual Basic 6 yang terkoneksi dengan 2 database berbeda. Kasusnya adalah aplikasi ini bisa digunakan "offline" dan "online". "Offline" yang dimaksudkan di sini adalah aplikasi dibawa secara mobile menggunakan laptop. Kemudian posisi "Online" adalah aplikasi terkoneksi dengan database pusat ketika laptop tersebut ada pada jaringan kantor pusat. Pada saat "online" aplikasi bisa melakukan sinkronisasi data ( upload dan download ) sehingga data di kedua database sama. Database yang digunakan adalah Ms SQL Server 2000 untuk server pusat dan Ms Access untuk server lokal ( offline ). Database Ms Access digunakan karena instalasi yang sederhana, tidak serumit instalasi Ms SQL Server. Berikut langkah - langkah yang perlu dilakukan :

1. Pertama yang kita buat adalah connection string untuk kedua engine database tersebut.

Untuk SQL Server :
LogonStr = "PROVIDER=SQLOLEDB.1;DATA SOURCE= " & IPServer & ";initial catalog= " & DatabaseName & " ;User ID=user;Password=password;"

Untuk Ms Access :
LogonStr2 = "PROVIDER=Microsoft.ACE.OLEDB.12.0; Data Source=" & App.Path & "\databasename.accdb"

2. Engine SQL pada kedua database tersebut ada beberapa perbedaan, oleh karena itu ada beberapa penulisan query ( SQL ) yang harus disamakan. Karena kebetulan kedua database dibuat oleh Microsoft maka tidak terlampau sulit untuk membuat penyeragaman.Salah satunya adalah SQL untuk menghapus record :

Jika pada SQL Server cukup : DELETE table_name WHERE..
di Ms Access harus menggunakan FROM : DELETE FROM table_name WHERE.., maka anda harus menambahkan FROM pada semua SQL untuk menghapus record.

Juga pada SQL yang menggunakan INNER JOIN lebih dari table, pada SQL Server kita bisa langsung membuat query tambah separator seperti dibawah ini :

SELECT  *
FROM t_table_a aa
INNER JOIN t_table_b bb ON bb.code_b = aa.code_a
INNER JOIN t_tabel_c cc ON cc.code_c = aa.code_a

Pada Ms Access :

SELECT  *
FROM   (( t_table_a aa
INNER JOIN t_table_b bb ON bb.code_b = aa.code_a)
INNER JOIN t_tabel_c cc ON cc.code_c = aa.code_a)

3. Sinkronisasi.
Pada sinkronisasi, perlu diperhatikan aturan sikronisasi. misal aturannya untuk data master di server tidak boleh dihapus hanya boleh ditambah, maka pada saat sinkronisasi dari lokal ke server hanya bisa menambah tidak boleh menghapus, kemudian baru mengambil data master dari server yang baru. Dan masih banyak lagi, tergantung kebutuhan masing masing.

Kebetulan untuk Ms Access yang saya gunakan adalah Ms Access 2007, maka dibutuhkan driver untuk koneksi database bisa download pada link di bawah ini :

https://www.microsoft.com/en-us/download/details.aspx?id=23734
Office 2007


Tools :
Visual Basic 6.0
SQL Server 2000
Ms Access 2007


Labels: , , ,